comfort zone

comfort zone

Klo di itung2 hampir setengah hari gue dihabiskan di tempat ini. Nggak jarang tempat ini selalu yg gue kangenin klo gue bertugas keluar kota. Tempat ini sih belum lama gue tempatin, yah kira2 jalan dua bulan ini, tapi berasa dua bulan itu pekerjaan gue jauh lebih optimal dari biasanya. Kebiasan kerja dikamar itu punya pengalaman tersendiri, selain murah meriah karena nggak harus kerja diluar, jauh lebih privasi dong yah… Pokoknya sesering mungkin kerja di kamar sesering itu juga minim pengeluaran gue diluar sana (pelit amat hehehe).Oke itu dari segi tempat yg gue anggap nyaman untuk bekerja.

Sebernanya gue akan berbagi pengelaman cerita tentang banyaknya anak-anak muda diluar sana yg terbuai dengan Zona Nyaman keseharian mereka, Ntah itu dalam masalah Pekerjaan, Percintaan, atau kehidupan sehari- hari. Tapi yg gue ingin bahas sih lebih ke masalah pekerjaan. Dalam beberapa tahun ini gue sering mendengarkan pertanyaan yg menggeltik gue. Nal,Lo kerja dimana?apaaa freelance? fotografer? emang lo bisa jadi kaya?.. so funny untuk menjawab pertanyaan yang tujuan mereka bekerja adalah mengejar target akhir dibanding berbuat sesuatu melalui proses.

Dari situ gue mencoba itung2 berapa banyak sih dari mereka bekerja yg sesuai dengan basic lulusan perguruan tinggi mereka? yang paling sering gue dengar dari teman2, kebanykan mereka  kerja di salah satu Bank ternama. Yah nggak masalah sih klo itu adalah pilihan mereka. Yang salah hanyalah kita kadang tidak mempersiapkan secara matang ketika kita di perguruan tinggi masuk kedalam dunia kerja. Yah, ujung2nya selesai perguruan tinggi cari kerja di berbagai tawaran lowongan yang ada, dengan harapan masa dari seratus apply pekerjaan nggak ada satupun yang nyantol. Jadi, jangan salah individu yang seperti ini lebih banyak menikmati kehidupan yang tak kreatif atau kata lain Membosankan..

Gue sendiri kerja di dunia kreatif belum lama, tapi cara kerja yg tidak “itu2 saja” yg buat gue ngerasa Create something jauh lebih berharga di banding menjadi manusia yang terjerumus dengan aktifitas monoton. Klo ditanya emang apa yg lo buat nal kok kayanya heboh banget? gue jawab belum ada. Yg gue bisa hanyalah gue hidup kerja atas cara pikir kreatif gue. Gue menciptakan cara kerja sesuai dengan keinginan gue. Ada tulisan yg menarik dari Yoris Sebastian , dia menulis Bahwa setiap manusia dilahirkan kreatif, Masalahnya ada yg berusaha untuk mengasah kreatifitas mereka dan ada yang tidak.

Masih ingat nggak saat kecil dulu? hampir semua anak kecil suka mewarnai, walaupun tidak semua anak kecil jago menggambar, tapi hampir semua suka menggambar masih kecil. Apa yg terjadi saat sudah besar? sedikit sekali yang suka menggambar. Hal simpel ini menunjukkan bahwa tanpa kita sadari, bibit kreatif yg sudah ada dalam diri kita satu per satu mulai hilang. Kita terlalu banyak menggunakan otak kiri sehingga otak kanan kita tidak terlalu terasah. Dan oleh karena itu banyak dari kita2 terbiasa dengan zona nyaman.Pergi kerja melewati lokasi yg berulang2, masuk kantor jam 8 pulang jam 5, perkerjaan yg dilakukan sama selama berbulan2 dikantor. Coba deh  kalau selama di dalam pekerjaan kita yang di kantor buat kita terlalu nyaman, berarti di saat itu juga kita terjebak dengan aktifitas dan rutinitas yg membosankan. Baik atau tidaknya itu tergantung penilaian masing-masing. Karena emang Tujuan manusia bekerja itu beda2.

I’m Born Creative

Advertisements